Halaman 1 dari 1

BACA

▶ Intel Olahraga Diminta Bergerak

03 Juli 2013 | 11:45:00 WIB

▶ Inilah Pemenang Lomba Sayembara Logo Porprov

03 Juli 2013 | 10:45:00 WIB

▶ Kerinci Targetkan Juara Umum di Porprov XX

03 Juli 2013 | 09:45:00 WIB

▶ Polo Putra Jambi Kalahkan Hongkong di Betawi Cup

03 Juli 2013 | 08:05:00 WIB

▶ Kempo Jambi Sabet 6 Medali Emas

03 Juli 2013 | 17:05:00 WIB

▶ IPSI Pantau Silat Popda

03 Juli 2013 | 14:05:00 WIB

▶ PABBSI Bawa Pulang 12 Medali Emas

03 Juli 2013 | 15:05:00 WIB

▶ Emas PON Lebih Mahal daripada Emas Batangan

03 Juli 2013 | 14:05:00 WIB

▶ Cabor PON Remaja Bakal Diciutkan

03 Juli 2013 | 09:10:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM, Pihak Imigrasi Jambi akhirnya mengirimkan 21 imigran gelap dari Afganistan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Pekan Baru, Provinsi Riau.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Subseksi Pengawasan Imigrasi Jambi Iqbal, saat dikonfirmasi Rabu (3/7) kemarin. “Sudah kita kirim semuanya ke Rudenim Pekanbaru,” katanya.

Ditambahkan Iqbal bahwa pemeriksaan terhadap imigran telah selesai dan para imigran tersebut akan dikirim ke Pekanbaru pada hari Selasa Malam menggunakan angkutan darat. “Pemeriksaan sudah selesai dilakukan,” tambah Iqbal.
 
Sementara itu ,Kasubdit III Jatanras ,Direktorat polda Jambi ,AKBP Yohanes Herry mengatakan hingga saat ini belum ada tersangka baru. “Baru dua tersangka ,kita masih melakukan penyelidikan dan mengembangkan kasus ini,”katanya.

Diberitakan sebelumnya, Subdit III Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Jambi akan bekerjasama dengan Polres Dumai untuk membidik pihak pengelola IMI Dumai tempat dua tersangka pembawa 21 imigran gelap asal Afganistan atas nama Asriadi dan Herlis.

Hal ini dikatakan oleh Kasubdit III Jatanras ,AKBP Yohanes Herry saat dikonfirmasi Senin (1/7). “Kita sudah jelaskan kasusnya dan pihak Polres Dumai sudah mengetahuinya,” katanya.

Ditambahkan Yohanes pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada pengelola IMI Dumai dan melakukan kroscek apakah benar mereka yang memberikan uang sepuluh juta kepada para tersangka, dari hasil pemeriksaan bisa saja tersengka akan bertambah. “Tidak menutup kemungkinan bisa saja tersangkanya bertambah,” tambah Yohanes. (sumber: jambi ekspres)