Halaman 1 dari 1

BACA

▶ Pencairan Dana Merpati Emas Belum Maksimal

06 April 2013 | 17:00:00 WIB

▶ Judo Mulai Intip Lawan

06 April 2013 | 16:00:00 WIB

▶ Puasa, Angkat Besi Tetap Latihan

06 April 2013 | 15:00:00 WIB

▶ Siapkan Judoka untuk Nagenokata

06 April 2013 | 14:00:00 WIB

▶ Hati-hati Cabor Tak Terukur

06 April 2013 | 13:00:00 WIB

▶ Harga TBS di Jambi Naik Rp 199

06 April 2013 | 12:00:00 WIB

▶ Pecinta Alam Bersihkan Sampah di Gunung Kerinci

06 April 2013 | 11:00:00 WIB

▶ Muay Thai Tak Masuk Merpati Emas

06 April 2013 | 10:00:00 WIB

▶ KONI Dapat Tambahan Mobil

06 April 2013 | 09:00:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM,
Potensi kelautan Jambi dan produksi perikanan tangkap Jambi yang dilakukan nelayan di perairan tak terpengaruh sama sekali dengan perkara lepasnya Pulau Berhala dari Jambi. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi, Saipuddin saat dijumpai, kemarin.

"Asal nelayan memiliki izin yang lengkap dan tidak menggunakan alat yang dilarang seperti bom, racun dan beberapa lainnya, tidak masalah nelayan dari Jambi melaut dikawasan Pulau Berhala. Meski status pulau bukan masuk Provinsi Jambi lagi," tegasnya.

Disebutkannya, luas kawasan perairan tangkap Jambi mencapai 210 kilometer persegi. Selain itu, jumlah nelayan tangkap Jambi yang mencari ikan di perairan Jambi pada 2012 ini tercatat mencapai 11. 346 Rumah Tangga Perikanan (RTP). Jika digabungkan dengan petani budidaya ikan, sambungnya, total keseluruhan sebanyak 28. 884 RTP. Sebab, petani budidaya ikan di Jambi ada sebanyak 17. 448 RTP yang tercatat oleh pihaknya.

"Untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan tangkap, kami sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan pada 2013 juga menyalurkan bantuan 10 unit kapal berkekuatan 30 GT untuk di dua kabupaten ini (Tanjab Barat dan Tanjab Timur, red). Disamping program pemberdayaan nelayan tangkap lainnya," jelasnya.

Menurut dia, sesuai perturan perundang-undangan tentang perikanan dan kelautan, sudah diatur setiap nelayan Indonesia bebas mencari ikan di perairan Indonesia. Asalkan, sambungnya, menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, seperti jaring yang banyak juga jenisnya.

"Jika ini dilanggar, bisa dikenakan sanksi baik denda hingga Rp 2 miliar atau bahkan kurungan sampai 10 tahun sebagaimana diatur dalam UU nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, khusus produksi ikan tangkap di Jambi sejak dua tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan. Pada 2011 produksi ikan tangkap di Provinsi Jambi mencapai 44.700,2 ton. Sementara pada 2012 mencapai, 44.878 ton.

Jumlah itu belum ditambah produksi perikanan umum dengan total produksi ikan tangkap pada 2012 mencapai 92.747,3 ton atau meningkat 7,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk diketahui, sentra produksi ikan laut tangkap di Provinsi Jambi ada dua kabupaten, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). (sumber: jambi ekspres)