Halaman 1 dari 2

BACA

▶ Hanya Satu Caleg Tembus BPP

19 Maret 2014 | 07:00:00 WIB

▶ Muka Baru Mendominasi ke Senayan

19 Maret 2014 | 07:00:00 WIB

▶ Pemilu Rawan Money Politic

19 Maret 2014 | 11:00:00 WIB

▶ Jelang Pileg, PAN Genjot Konsolidasi

19 Maret 2014 | 10:30:00 WIB

▶ Dua Caleg Muarojambi Meninggal Dunia

19 Maret 2014 | 15:30:00 WIB

▶ Kapolda Himbau Caleg Ikuti Aturan

19 Maret 2014 | 12:40:00 WIB

▶ Caleg Berkarakter Lebih Dilirik

19 Maret 2014 | 07:30:00 WIB

▶ Wako dan Wawako Cuti Kampanye

19 Maret 2014 | 11:00:00 WIB

▶ Calon DPD Kurang Dikenal

19 Maret 2014 | 10:00:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM, MUARATEBO, Salah satu Caleg DPD RI diduga melakukan praktek politik uang (money politic) di salah satu rumah warga di Rimbo Ilir, Tebo pada tanggal 12 Maret 2014 lalu.

Ketua Panwaslu Tebo, Yuli Astuti kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan bukti dengan menghadirkan beberapa saksi terkait adanya praktek bagi-bagi uang tersebut. “Pada tangal 12 Maret telah terjadi kegiatan sosialisasi tentang aturan Pileg 2014, beberapa warga juga mengaku memperoleh sejumlah uang dari timses untuk transport. Nilainya bervariasi mulai Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu,” katanya.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan pada malam hari yang dikemas dalam bentuk silahturrahmi. “Hanya saja waktu itu ditemukan beberapa alat peraga kampanye,” ujarnya.

Jika nanti terbukti calon tersebut melakukan pelanggaran pihaknya berjanji bakal membawa kasus tersebut kepada pihak kepolisian. “Kita tunggu hingga minggu depan, saat ini kita masih mencari bukti lain dari beberapa saksi yang ada. Jika memang terbukti maka Caleg tersebut akan kita laporkan ke Polisi,” pungkasnya.

Sementara itu di Sarolangun, Panwaslu juga memperketat pengawasan. Sasaran pengawasan yang tengah dilakukan Panwaslu, yakni terhadap oknum Caleg dan Parpol yang menggunakan money politic, mengintai  oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan oknum Kepala Desa (Kades) yang ikut bermain dalam politik.

Anggota Panwaslu Sarolangun, Zulfairi mengaku, keseriusan Panwaslu dalam melakukan pengawasan Pileg tengah diterapkan disepuluh kecamatan yang ada dalam Kabupaten Sarolangun. “Kita tidak main-main dalam menegakkan aturan. Hal ini diberlakukan secara menyeluruh,” akunya.