BERITA JAMBI DIGITAL, HP Masuk Sekolah?

Deti Fatmala

Halaman 1 dari 1

BACA

▶ KPUD Minta Kasus Pembakaran Surat Suara Diusut Tuntas

01 Mei 2013 | 15:35:00 WIB

▶ Wapres Akan Buka Rakornas KPI di Jambi

01 Mei 2013 | 16:05:00 WIB

▶ JAKOZ, Sukses Belajar Dari Kegagalan

01 Mei 2013 | 20:00:00 WIB

▶ Hobby yang Mengalir Menjadi Usaha Menjanjikan

01 Mei 2013 | 19:00:00 WIB

▶ Box Culver Rusak Keindahan Kota

01 Mei 2013 | 18:00:00 WIB

▶ PAD Candi Ditarget Rp150 Juta

01 Mei 2013 | 16:30:00 WIB

▶ Hepatitis Mewabah, RSUD NH Kewalahan

01 Mei 2013 | 15:30:00 WIB

▶ 10 Pelaku Masih Diburu

01 Mei 2013 | 14:30:00 WIB

▶ Pemkot Pelajari Tekhnik Biofori

01 Mei 2013 | 13:30:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM,
Handphone (HP) merupakan trend yang tidak dapat ditinggalkan oleh remaja saat ini. Semua remaja, dipastikan memiliki HP, dari merek terkenal hingga hp buatan cina. Remaja memiliki berbagai cara dalam memanfaatkan HP, ada yang digunakan untuk semata-mata komunikasi, hiburan, bahkan ada pula yang digunakan untuk tindakan negatif.

Dengan berbagai masalah yang timbul di sekolah, mulai SMS-an saat jam pelajaran, hingga menyimpan video atau gambar porno, yang rentan dilakukan oleh siswa, sehingga nggak sedikit sekolah yang melarang membawa HP saat masuk sekolah. Dengan kebijakan tersebut, tanggapan pro dan kontra mucul dengan berbagai alasan.


Bagi yang kontra dengan kebijakan tersebut, dianggap sebagai pembatasan dalam berkomunikasi dan mencari hiburan dengan memanfaatkan fasilitas HP. Bagi yang pro kebijakan tersebut, akan menimbulkan dampak positif, karena siswa akan lebih berkonsentrasi, dan juga lebih bisa terkontrol. Karena, nggak sedikit pula siswa yang memanfaatkan HP untuk kegiatan yang negatif, makanya dengan larangan tersebut siswa lebih gampang dikontrol dan terhindar dari hal-hal yang negatif.


Pro dan kontra terhadap suatu kebijakan, merupakan hal yang biasa, namun yang perlu dipahami bersama adalah setiap sendi kehidupan pastilah menginginkan hal yang terbaik. Setiap keputusan pastilah sudah dipertimbangkan, antara keuntungan dan kerugian. Jika keuntungannya lebih banyak dari kerugiannya, berarti keputusan tersebut layak untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya.(*)


Penulis : Deti Fatmala, adalah siswa SMA Islam Al-Falah Kota Jambi
Halaman : 1


ARSIP

Tanggal: / /