Halaman 1 dari 1

BACA

▶ Intel Olahraga Diminta Bergerak

16 Juli 2013 | 11:45:00 WIB

▶ Inilah Pemenang Lomba Sayembara Logo Porprov

16 Juli 2013 | 10:45:00 WIB

▶ Kerinci Targetkan Juara Umum di Porprov XX

16 Juli 2013 | 09:45:00 WIB

▶ Polo Putra Jambi Kalahkan Hongkong di Betawi Cup

16 Juli 2013 | 08:05:00 WIB

▶ Kempo Jambi Sabet 6 Medali Emas

16 Juli 2013 | 17:05:00 WIB

▶ IPSI Pantau Silat Popda

16 Juli 2013 | 14:05:00 WIB

▶ PABBSI Bawa Pulang 12 Medali Emas

16 Juli 2013 | 15:05:00 WIB

▶ Emas PON Lebih Mahal daripada Emas Batangan

16 Juli 2013 | 14:05:00 WIB

▶ Cabor PON Remaja Bakal Diciutkan

16 Juli 2013 | 09:10:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM,

Mantan Rektor Universitas Jambi (Unja), Kemas Arsyad Somad dan Eliyanti terdakwa kasus korupsi dana PNBP, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor  Jambi dengan agenda penyampaian Duplik atas replik dari Jaksa Penuntut Umum.

Dalam Dupliknya, terdakwa Kemas dan Eliyanti menolak seluruh alat bukti yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum dalam pasal tuntutannya maupun surat repliknya.

"Dengan adanya tambahan (duplik) ini saya ternyata tidak bersalah dan tidak ada kerugian negara dalam pengelola PSPD Unja. Sebagai Tanggungjawab saya baik selaku rektor maupun selaku ketua program PSPD Unja," ungkap Kemas dalam persidangan dihadapan majelis hakim yang diketuia, Suprabowo. Senin (15/7).

Seusai persidangan Penasehat Hukum, Kemas Arsyad Somad, Ramli Taha mengatakan agenda persidangan hari ini penyampaian duplik secara lisan dari  penasehat hukum, dimana isi duplik terdakwa tetap pada pledoi. “Kita tetap pada nota pembelaan kemarin," ujar Ramli Taha.

Setelah pembacaan duplik, majelis hakim yang diketuai Suprabowo menutup sidang. Sidang dilanjutkan Selasa (23/7) dengan agenda vonis dari majelis hakim.

Untuk diketahui, Mantan Rektor Unja, Kemas Arsyad Somad dan Eliyanti telah dituntut 1 tahun 7 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Selain pidana penjara, terdakwa kasus korupsi dana PNBP ini juga dituntut pidana denda sebesar Rp 50 juta subsidair 3 bulan penjara. Namun untuk terdakwa Kemas juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1, 212 miliar. Sedagkan terdakwa Eliyanti tidak hukum oleh majelis hakim untuk membayar uang penganti.

Dalam nota tuntutannya, Kemas Arsyad Somad dan eliyanti tidak terbukti melanggar pasal 2. Tetapi menurut jaksa penuntut umum, perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

sumber: jambi ekspres