Halaman 1 dari 1

BACA

▶ Dewan Usulkan Pengangkatan Sinwan

12 Agustus 2013 | 22:00:00 WIB

▶ Dicekik, Diperkosa, Dibunuh, Lalu Dibuang

12 Agustus 2013 | 07:00:00 WIB

▶ Tiap Minggu PNS Ajukan Cerai

12 Agustus 2013 | 17:35:00 WIB

▶ Bocah Tewas Tersambar Petir

12 Agustus 2013 | 12:15:00 WIB

▶ Anggaran Bonus Kafilah 347 juta

12 Agustus 2013 | 18:30:00 WIB

▶ BNNK Batanghari Tes Urine di PT Nan Riang

12 Agustus 2013 | 20:05:00 WIB

▶ 2014, 409 Rumah Dibedah

12 Agustus 2013 | 19:00:00 WIB

▶ Rukia Tewas Ditangan Bronis

12 Agustus 2013 | 12:30:00 WIB

▶ Tampung Warga Tidak Mampu

12 Agustus 2013 | 16:30:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM, MUARABULIAN, Perkembangan kasus dugaan korupsi kasus makan minum di setda Batanghari, tahun anggaran 2008 hingga 2010 melangkah ke tahap berikutnya. Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarabulian sudah menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari tim penyidik Polres Batanghari.

“Kita telah terima SPDP dan berkas kasus mamin disetda Batanghari tahun anggaran 2008 hingga 2010,” kata Kepala Kejari Muarabulian, Zulbahri Bahtiar, melalui Kasi pidsus, Saut Malatua, saat dikonfirmasi kemarin.

Dijelaskan Saut, sesuai aturan kalau sudah SPDP berarti sudah ada tersangka dalam kasus mamin yaitu Ardiansyah. Dan ditambah lagi tiga tersangka lainnya. “Setelah Ardiansyah, tersangka lainnya yang tercantum didalam SPDP tersebut yaitu Erpan, yang merupakan menjabat sebagai sekda Batanghari pada saat itu, dan kemudian yang kedua Ida Nursanti yang merupakan sebagai bendahara pengeluaran, dan juga Zulfikar,” jelas Saut.

Dikatakannya, Bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti SPDP tersebut dengan melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap berkas perkara sebelum dilimpahkan ke pengadilan. “kami akan terus mendalami lebih dalam lagi kasus korupsi mamin tersebut,” ungkap Saut.

Ditambahkannya, bahwa SPDP tersebut telah ia terima pada tanggal 4 juli 2013 lalu, dan yang yang akan menangani tiga orang tersangka tersebut yaitu khusaini, Saut Malatua, Hisam, Anjar, Mulyono, Nana Lukmana.

“3 orang tersangka itu jaksa yang menanganinya sama,” jelas Saut.

sumber: jambi ekspres