BERITA JAMBI DIGITAL, Ratusan Kilang Minyak Dihancurkan

DIHANCURKAN: Lokasi penambangan minyak tradisional di desa Bayat, Bayung Lencir, Sumsel yang dihancurkan kemarin (15/8).

Halaman 1 dari 1

BACA

▶ Ibu dan Anak Dimakamkan Satu Liang

16 Agustus 2013 | 17:55:00 WIB

▶ Penampilan Persisko Mengecewakan

16 Agustus 2013 | 17:15:00 WIB

▶ 300 Pebulutangkis Bertarung di Muarojambi

16 Agustus 2013 | 16:45:00 WIB

▶ Adri Pimpin KONI Jambi

16 Agustus 2013 | 16:25:00 WIB

▶ Bonus Naik, Atlet di Luar Daerah Diminta Pulang

16 Agustus 2013 | 14:55:00 WIB

▶ Kecepatan Atlet Perlu Dipertajam

16 Agustus 2013 | 15:45:00 WIB

▶ PASI Targetkan 3 Emas di Kejurnas

16 Agustus 2013 | 14:45:00 WIB

▶ 45 Tersangka Narkoba Ditangkap

16 Agustus 2013 | 15:15:00 WIB

▶ 100 Remaja SSB dan Klub Ikuti Seleksi

16 Agustus 2013 | 13:55:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM, Ratusan kilang minyak tradisional yang diduga illegal kemarin (15/8) dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan Pertamina EP bersama aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP. Kilang minyak ilegal ini terletak di Desa Simpang Bayat dan Desa Bayat Ilir kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Banyu Asin.

Operasi pembersihan tersebut di ikuti oleh 600 personel gabungan dari TNI, Polisi, dan Satpol PP, operasi tersebut di rencanakan berjalan selama dua hari, dari tanggal 15 sampai 16 Agustus 2013.

Agus Emperianto, PR Manager PT Pertamina EP di Jakarta mengatakan kasus pencurian minyak di jalur pipa Tempino menuju Plaju akan dituntaskan.

"Ini upaya yang kami lakukan untuk terus menuntaskan kasus ini, agar aset negara yang dikelola oleh Pertamina ini bisa berjalan seperti seharusnya, tanpa adanya intervensi dan gangguan pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Ditambahkan Agus, pihaknya mengapresiasi kegiatan pembersihan kilang illegal tersebut oleh tim gabungan.

"Ini merupakan langkah positif yang dilakukan tim gabungan, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, semoga dengan aksi ini tidak akan ada lagi tindakan pencurian dan sabotase oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

Sementara itu Kapolres Musi Banyu Asin AKBP Iskandar saat di konfirmasi di lapangan kemarin (15/8) mengatakan sampai saat ini sudah ada 20 orang yang ditetapkan menjadi tersangka. "Sudah dua puluh orang yang kita tetapkan sebagai tersangka," katanya.

Dikatakan Iskandar, dalam operasi pembersihan, drum-drum kosong dan sisa-sisa penghancuran gubuk silahkan diambil oleh pemiliknya. Sedangkan drum yang berisi minyak akan diamankan.

"Drum yang ada minyak nanti kita amankan, yang kosong nanti silahkan di ambil bisa di gunakan untuk pagar," katanya.

sumber: jambi ekspres
Halaman : 1


ARSIP

Tanggal: / /