BERITA JAMBI DIGITAL, Ratusan Kilang Minyak Dihancurkan

DIHANCURKAN: Lokasi penambangan minyak tradisional di desa Bayat, Bayung Lencir, Sumsel yang dihancurkan kemarin (15/8).

Halaman 1 dari 1

BACA

▶ Kesbangpol Gelar Rakor FPK

16 Agustus 2013 | 11:30:00 WIB

▶ Pemberhentian Fattah Mulai Diproses

16 Agustus 2013 | 11:05:00 WIB

▶ Gubernur Surati Bupati

16 Agustus 2013 | 10:30:00 WIB

▶ Replanting Karet Disebut Gagal

16 Agustus 2013 | 10:00:00 WIB

▶ Ketua DPRD Provinsi Kursi Panas

16 Agustus 2013 | 06:00:00 WIB

▶ Peringati Hari Bumi , STIKES Prima Tanam 100 Pohon

16 Agustus 2013 | 09:15:00 WIB

▶ Citra Kencana Furniture Berikan Cash Back

16 Agustus 2013 | 09:00:00 WIB

▶ 16 DPD Serahkan Laporan Dana Kampanye

16 Agustus 2013 | 09:30:00 WIB

▶ Aston Jambi Sajikan Menu Spesial Iga Bakar

16 Agustus 2013 | 08:45:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM, Ratusan kilang minyak tradisional yang diduga illegal kemarin (15/8) dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan Pertamina EP bersama aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP. Kilang minyak ilegal ini terletak di Desa Simpang Bayat dan Desa Bayat Ilir kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Banyu Asin.

Operasi pembersihan tersebut di ikuti oleh 600 personel gabungan dari TNI, Polisi, dan Satpol PP, operasi tersebut di rencanakan berjalan selama dua hari, dari tanggal 15 sampai 16 Agustus 2013.

Agus Emperianto, PR Manager PT Pertamina EP di Jakarta mengatakan kasus pencurian minyak di jalur pipa Tempino menuju Plaju akan dituntaskan.

"Ini upaya yang kami lakukan untuk terus menuntaskan kasus ini, agar aset negara yang dikelola oleh Pertamina ini bisa berjalan seperti seharusnya, tanpa adanya intervensi dan gangguan pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Ditambahkan Agus, pihaknya mengapresiasi kegiatan pembersihan kilang illegal tersebut oleh tim gabungan.

"Ini merupakan langkah positif yang dilakukan tim gabungan, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, semoga dengan aksi ini tidak akan ada lagi tindakan pencurian dan sabotase oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

Sementara itu Kapolres Musi Banyu Asin AKBP Iskandar saat di konfirmasi di lapangan kemarin (15/8) mengatakan sampai saat ini sudah ada 20 orang yang ditetapkan menjadi tersangka. "Sudah dua puluh orang yang kita tetapkan sebagai tersangka," katanya.

Dikatakan Iskandar, dalam operasi pembersihan, drum-drum kosong dan sisa-sisa penghancuran gubuk silahkan diambil oleh pemiliknya. Sedangkan drum yang berisi minyak akan diamankan.

"Drum yang ada minyak nanti kita amankan, yang kosong nanti silahkan di ambil bisa di gunakan untuk pagar," katanya.

sumber: jambi ekspres
Halaman : 1


ARSIP

Tanggal: / /