Halaman 1 dari 1

BACA

▶ Harga Minah Tembus 18 Ribu Rupiah per Liter

27 Juni 2013 | 20:00:00 WIB

▶ 20 Honorer K2 Terancam Gagal CPNS

27 Juni 2013 | 19:30:00 WIB

▶ Kerinci Akan Buat Perda Rabies

27 Juni 2013 | 18:35:00 WIB

▶ Ratusan Pendaki Bersihkan Gunung Kerinci

27 Juni 2013 | 20:00:00 WIB

▶ 999 Itik Mati Mendadak

27 Juni 2013 | 21:00:00 WIB

▶ Seleksi Eselon II Menunggu Hasil Psikotes

27 Juni 2013 | 21:30:00 WIB

▶ Kerinci Kebakaran, Kerugian Rp 1,5 M

27 Juni 2013 | 07:00:00 WIB

▶ Tiga Pejabat Polres Kerinci Dimutasi

27 Juni 2013 | 12:00:00 WIB

▶ Anggun Izin Pulang Kampung ke Kampus

27 Juni 2013 | 08:30:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM,
KERINCI, Divre Bulog Kerinci menyiapkan 2. 000 ton beras untuk menghadapi bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri tahun 2013. Bahkan 2 ribu ton beras itu untuk persediaan 4 bulan kedepan.

“Saat ini ada 2000 ton stok kita, sementara kebutuhan beras di Kerinci dan Kota Sungaipenuh per bulan berkisar 350 ton,” ungkap Kepala Divre Bulog Kerinci, Sultani.


Dikatakannya, menjelang Ramadhan dan Idul Fitri harga beras di Kerinci dan Sungaipenuh saat ini masih normal. Hal ini dikarenakan di Kerinci dan kota Sungaipenuh sedang musim panen. Sehingga kenaikan harga beras tidak signifikan. “Peredaran beras diluar cukup banyak, sehingga permintaan tidak begitu banyak,” ucapnya.


Saat ini pembelian beras oleh Bulog Rp 6.600 per kg, sementara harga beras penggilingan berkisar Rp 6.400 per Kg hingga Rp 6.900 per Kg. Sultani menyebutkan, tahun 2013 ini permintaan beras mengalami penyusutan, berkisar 5 hingga 6 persen dari tahun 2012.


“Tahun 2013 beras lokal yang ada dengan kita sekitar 900 ton, sementara beras yang kita datangkan dari luar Kerinci dan kota Sungaipenuh sekitar 1400 ton,” bebernya.(sumber: jambi ekspres)