Halaman 1 dari 1

BACA

▶ Intel Olahraga Diminta Bergerak

21 Oktober 2013 | 11:45:00 WIB

▶ Inilah Pemenang Lomba Sayembara Logo Porprov

21 Oktober 2013 | 10:45:00 WIB

▶ Kerinci Targetkan Juara Umum di Porprov XX

21 Oktober 2013 | 09:45:00 WIB

▶ Polo Putra Jambi Kalahkan Hongkong di Betawi Cup

21 Oktober 2013 | 08:05:00 WIB

▶ Kempo Jambi Sabet 6 Medali Emas

21 Oktober 2013 | 17:05:00 WIB

▶ IPSI Pantau Silat Popda

21 Oktober 2013 | 14:05:00 WIB

▶ PABBSI Bawa Pulang 12 Medali Emas

21 Oktober 2013 | 15:05:00 WIB

▶ Emas PON Lebih Mahal daripada Emas Batangan

21 Oktober 2013 | 14:05:00 WIB

▶ Cabor PON Remaja Bakal Diciutkan

21 Oktober 2013 | 09:10:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM, Suku Anak Dalam (SAD) dari Desa Bungku, Kec Bajubang, KAB Batanghari, Senin (21/10), kembali melakukan naksi damai di halaman kantor gubernur Jambi. Aksi ini sebagai reaksi dari keluarnya surat teguran kedua terhadap PT Asiatic Persada oleh Pemprov Jambi tertanggal 24 September 2013 terkait sengketa lahan antara kedua pihak.  

Korlap aksi, Andi Saputra, mengatakan kini SAD minta Pemprov mengeluarkan rekomendasi / intruksi pencabutan izin Hak Guna Usaha (HGU) PT Asiatic Persada. Aksi damai ini akan digelar Selama tiga hari.

Menurut Andi, Surat teguran kedua hanya berlaku selama 14 hari. Sekarang warga SAD kembali menggelar aksi untuk minta kejelasan masalah sengketa lahan mereka pada Pemprov Jambi. Aksi direncanakan dimulai pukul 10.00 WIB pagi ini di depan pintu kantor gubernur.

Seperti diberitakan jambiupdate.com sebelumnya, sengketa lahan antara warga SAD dengan PT Asiatic Persada sudah berlangsung sejak 1986 lalu. Namun, hingga saat ini belum juga ada penyelesaiaan.

Lahan yang disengketakan saat ini masih dikuasai PT Asiatic Persada dan telah ditanami kelapa sawit. Luasnya masih belum ada kejelasan, pasalnya PT Asiatic Persada tidak punya peta kepemilikan.

Menurut Andi, ada 9 kelompok SAD dari Desa Bungku yang menggelar aksi damai ini. Mereka datang dari Kab Batanghari sejak Minggu sore dengan menaiki mobil.(*)


Reporter  : Aldi Saputra.
Redaktur : Joni Yanto.